Sabtu, 12 Januari 2013

pendekatan sifat kepemimpinan


Pendekatan Sifat Kepemimpinan




Pada mulanya timbul suatu pemikiran bahwa pemimpin itu dilahirkan, pemimpin bukan dibuat. Pemikiran ini dinamakan pemikiran “heredity” (turun temurun). Pendekatan turun temurun menyatakan bahwa pemimpin dilahirkan, bukan dibuat – bahwa pemimpin tidak dapat memperoleh kemampuan untuk memimpin, tetapi mewarisinya. Untuk menjamin kelanjutan kepemimpinan dalam garis keturunan maka dilakukan perkawinan antar anggota yang dekat. Dengan jalan ini maka kekuasaan dan kesejahteraan dapat dilangsungkan kepada generasi pemimpin berikutnya yang termasuk dalam garis keturunan keluarga yang saat itu berkuasa.
Pada masa berikutnya, timbul suatu teori baru yang dinamakan “Physical Characteristic Theory” (teori ciri fisik) yang dikemukakan oleh W H. sheldon, yang menyatakan bahwa pemimpin itu dapat diciptakan melalui latihan. Dengan demikian setiap orang dapat dilatih menjadi pemimpin,atau dengan kata lain setiap orang berpotensi untuk menjadi seorang pemimpin. Potensi ini dapat menjadi kenyataan apabila yang bersangkutan telah memperoleh latihan kepemimpinan dan berusaha untuk mempraktekkannya.
Hampir semua diktat tentang kepemimpinan memuat uraian yang berhubungan dengan sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin. Menurut beberapa pendapat dari L. Slank, E. Ghizelli, Robert J. Thierauf, Thomas W. Harrel, George R. Terry,Ordway Tead, Joe Kelly dan lain-lain, menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
- takwa - percaya diri
- sehat - berjiwa matang
- cakap - bertindak adil
- jujur - berkemauan keras
- tegas - berdaya cipta
-setia - berwawasan situasi
- cerdik - optimis
- berani - komunikatif
- efisien - tanggap
- disiplin - planner
- manusiawi - pembuat keputusan
- bijaksana - kontrol
- bersemangat - bermotivasi kerja
- percaya diri - tanggung jawab
Terhadap pendekatan sifat ini dapat dikemukakan ulasan sebagai berikut; dalam kenyataan hidup ini tidak akan mungkin ada orang yang memiliki keseluruhan sifat-sifat seperti yang telah disusun diatas. Demikian pula dalam kenyataan berorganisasi tidak akan dapat diketemukan pemimpin yang memiliki keseluruhan sifat-sifat seperti tersebut. Ini hanyalah tipe ideal yang tidak akan ada dalam kenyataan. Dalam kenyataan, mungkin akan dapat diketemukan pemimpin yang memiliki sifat-sifat tersebut, tetapi tidak secara penuh keseluruhan. Melainkan hanya dalam beberapa sifat saja, itupun penonjolannya akan berbeda antara pemimpin yang satu dengan pemimpin yang lainnya.
Disamping itu tidaklah mungkin semua sifat-sifat yang telah disusun diatas tadi berlaku untuk pemimpin segala organisasi dalam segala situasi. Situasi sangat berpengaruh untuk menentukan sifat mana yang perlu lebih menonjol dibanding sifat yang lain. Sifat dan situasi merupakan dua hal yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan. Situasi yang dihadapi oleh organisasi yang satu berbeda dengan situasi yang dihadapi oleh organisasi yang lain. Hal ini terjadi tidak hanya pada organisasi yang berbeda bidang kegiatannya melainkan terjadi pula pada organisasi yang sejenis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar