Selasa, 08 Januari 2013

perencanaan usaha budidaya ikan nila

PERENCANAAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA “NILA JAYA”

TUGAS MATA KULIAH PERENCANAAN USAHA PERIKANAN
INDAH RUFIATI SY / 10885 / BDP
DOSEN : Prof. KAMISO HN

PERENCANAAN USAHA BUDIDAYA IKAN NILA “NILA JAYA”
1. Analisis situasi (SWOT)
Perusahaan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) “NILA JAYA” adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang budidaya ikan nila yang terdiri dari usaha pendederan benih ikan nila dan pembesaran ikan nila (nila konsumsi). Perusahaan budidaya ikan nila “NILA JAYA” akan didirikan di Jalan Kaliurang KM 5 Sleman Yogyakarta.

Kondisi Internal

Kekuatan (Strength)
Perusahaan budidaya ikan nila “NILA JAYA” merupakan perusahaan budidaya yang akan dikelola oleh orang-orang yang mempunyai latar pendidikan Budidaya Perairan, sehinggga perusahaan ini akan menjadi perusahaan yang unggul karena dikelola oleh orang-orang yang mempunyai pengalaman dalam bidang perikanan, khususnya dalam bidang budidaya.
Keunggulan produk ikan nila perusahaan “NILA JAYA” adalah semua proses budidaya dilakukan berdasarkan standar operasi produksi dan sesuai dengan CCRF (Code for Conduct Responsible Fisheries) yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Manajemen SDM (Sumberdaya Manusia) perusahaan “NILA JAYA” terdiri dari manajer, bagian keuangan, bagian pemasaran, serta karyawan yang memiliki skill dan etos kerja yang bagus.

Kelemahan (Weakness)
Perusahaan ikan nila “NILA JAYA” merupakan perusahaan budidaya yang masih baru sehingga belum terlalu banyak pengalaman sehingga perlu untuk memperluas jaringan dan menggali lebih banyak pengalaman.

Kondisi Eksternal

Peluang (Opportunity)
Menurut data dari Departemen Kelautan dan Perikanan Propinsi Yogyakarta, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Yogyakarta dibutuhkan sekitar 44 ton ikan per tahun. Dari jumlah tersebut, Yogyakarta hanya mampu memenuhi sekitar 16 ton ikan dari jumlah yang dibutuhkan, sedangkan kekurangannya sekitar 28 ton ikan dipasok dari luar Yogyakarta. Dengan demikian pasar yang ada sangat prospektif dan akan selalu bertambah. Yogyakarta termasuk salah satu wilayah yang konsumsi ikan per kapitanya rendah, sehingga masih ada peluang yang besar bagi perusahaan “NILA JAYA” untuk meraih pasar yang lebih luas.


Ancaman (Treat)
Ancaman yang mungkin dihadapi oleh perusahaan “NILA JAYA” adalah ancaman adanya berbagai penyakit yang dapat menyerang ikan nila yang dibudidayakan.

2. Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)
 Meningkatkan kesadaran konsumen pentingnya mengkonsumsi ikan yang merupakan salah satu sumber protein penting bagi tubuh.
 Menimbulkan kepuasan bagi konsumen terhadap produk maupun pelayanan perusahaan “NILA JAYA” sehingga konsumen akan melakukan pembelian ulang yang akan menimbulkan pemasaran produk tersebut mencapai sasaran.
 Memperluas penguasaan market share di Yogyakarta.
 Menjadi market leader dalam perusahaan budidaya ikan.

3. Strategi Inti (Core Strategy)
1. Product
Produk perusahaan “NILA JAYA” terdiri dari benih ikan nila dan ikan nila ukuran konsumsi. Produk merupakan produk yang unggul dan berkualitas serta bebas dari penyakit.
2. Price
Harga produk dibedakan antara harga benih ikan nila dan harga ikan nila ukuran konsumsi.
3. Promotion
Perusahaan “NILA JAYA” akan memperkenalkan perusahaan dan produk melalui bantuan media. Media yang digunakan adalah media internet dan media cetak seperti pamflet. Selanjutnya, promosi diharapkan berasal dari konsumen yang merasa puas sehingga menyebarkan info produk dari mulut ke mulut.
Tujuan dari periklanan (advertising objectives) perusahaan dan produk “NILA JAYA” adalah untuk memberi informasi kepada konsumen tentang produk yang dipasarkan, serta membujuk konsumen bahwa produk “NILA JAYA” menawarkan mutu terbaik bagi uang yang akan mereka keluarkan untuk membelinya.
4. Place
Perusahaan “NILA JAYA” akan berlokasi di Jalan Kaliurang KM 4, 5 Yogyakarta. Selanjutnya akan mendistribusikan produk ke berbagai tempat, termasuk pusat-pusat perbelanjaan dan market fish.
5. Customer Satisfaction
Perusahaan “NILA JAYA” akan mengutamakan pelanggan untuk menjaga kepuasan mereka terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan. Untuk mewujudkannya, perusahaan “NILA JAYA” melakukan integrated marketing, yaitu keterpaduan diantara para karyawan dan manajer secara bersama-sama memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen.
Pemilik perusahaan akan membenahi dan mendidik para karyawan agar semua mempunyai arah, sikap, sasaran untuk memuaskan konsumen.
6. Market Intelligence
Perusahaan “NILA JAYA” mengumpulkan berbagai informasi pemasaran. Perusahaan harus mempunyai data yang merupakan system informasi pemasaran yang sangat dibutuhkan oleh bagian pemasaran. Sistem informasi merupakan kegiatan orang-orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi secara tepat dan akurat untuk digunakan sebagai pertimbanagn untuk mengambil keputusan pemasaran.
Informasi pemasaran dapat diperoleh dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan.
Perusahaan “NILA JAYA” akan melakukan intelijen pasar dengan mencari informasi dari surat kabar, majalah bisnis, internet, wawancara dengan konsumen, pemasok, serta mengamati kegiatan yang dilakukan oleh pesaing, dan sebagainya.

PROYEKSI KEUANGAN
Pendederan Benih Ikan Nila
A. Investasi
 1. Sewa lahan 2000 m2 Rp 10.000.000,-
 2. Pembuatan kolam 2000 m2 (pematang, plastik, pipa) Rp 2.600.000,-
 3. Alat-alat Rp 400.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Rp 13.000.000,-
B. Biaya operasional per siklus (60 hari)
1. Biaya tetap
 a. Sewa lahan Rp 333.336,-
 b. Penyusutan kolam (2 th) Rp 216.664,-
c. Penyusutan alat Rp 66.664,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Rp 616.664,-
2. Biaya tidak tetap
 a. Kapur 4 zak x Rp 4.000,-/zak Rp 16.000,-
 c. Pupuk kandang 40 zak x Rp 3.000,- Rp 120.000,-
 d. Benih 80.000 ekor x Rp 10,-/ekor Rp 800.000,-
 e. Pakan 40 zak x Rp 126.000,-/zak Rp 5.040.000,-
 f. Tenaga (persiapan, pemb pakan & panen Rp 1.200.000,-
 -----------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Rp 7.176.000,-
 Total biaya (tetap + tidak tetap) Rp 7.792.664,-
 B. Penerimaan
Benih (10-12 g/ekor) 1.240 kg x Rp 9.000,- Rp 11.160.000,-
 C. Keuntungan bersih sebelum pajak Rp 3.367.336,-
 D. Keuntungan dalam 1 tahun 4 kali x Rp 3.367.336,- Rp 13.469.344,-
 E. B/C ratio 1,7


Pembesaran Ikan Nila (Nila Konsumsi)
A. Investasi
 1. Sewa lahan 2000 m2 Rp 10.000.000,-
 2. Pembuatan kolam 2000 m2 (pematang, plastik, pipa) Rp 2.600.000,-
 3. Alat-alat Rp 400.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Rp 13.000.000,-
B. Biaya operasional per siklus (60 hari)
1. Biaya tetap
 a. Sewa lahan Rp 333.336,-
 b. Penyusutan kolam (2 th) Rp 216.664,-
c. Penyusutan alat Rp 66.664,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Rp 616.664,-
2. Biaya tidak tetap
 a. Kapur 4 zak x Rp 4.000,-/zak Rp 16.000,-
 c. Pupuk kandang 152 zak x Rp 3.000,- Rp 456.000,-
 d. Benih 100.000 ekor x Rp 10,-/ekor Rp 1.000.000,-
 e. Pakan 48 zak x Rp 126.000,-/zak Rp 6.048.000,-
 f. Tenaga (persiapan, pemb pakan & panen Rp 1.800.000,-
 -----------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah Rp 9.320.000,-
 Total biaya (tetap + tidak tetap) Rp 9.936.664,-
 B. Penerimaan
Ikan konsumsi (250 g/ekor) 1.800 kg x Rp 8.000,- Rp 14.400.000,-
 C. Keuntungan bersih sebelum pajak Rp 4.463.336,-
 D. Keuntungan dalam 1 tahun 3 kali x Rp 4.463.336,- Rp 13.390.008,-
 E. B/C ratio 1,3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar